Developer Property Masterclass – Bisnis properti dapat dikatakan sebagai bisnis ramah pemula. Faktanya, modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis properti dapat dimulai hanya dengan nol rupiah. Kamu dapat memulai dengan menjadi agen yang menawarkan suatu properti yang ada kepada calon pembeli. 

Bisnis properti diyakini sebagai salah satu bisnis dengan peluang besar serta untung yang menjanjikan. Terdapat berbagai jenis bisnis properti dengan keuntungan yang beragam. Ada pula tips dan cara memulai bisnis properti bagi pemula hingga sukses. Artikel ini akan terlebih dahulu mengenalkanmu dengan bisnis properti. Yuk, simak selengkapnya sampai akhir, ya!

Pengertian & Konsep Bisnis Properti

Credit: Gramedia

Bisnis properti merupakan salah satu jenis usaha yang bergerak di bidang pengelolaan dan kepemilikan aset, seperti tanah dan bangunan. Bisnis ini dapat dilakukan oleh individu maupun perusahaan dan terbilang mudah dijangkau oleh penjual dan pembeli. Selain itu, bisnis properti memiliki prospek yang menjanjikan dalam jangka panjang. Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk dipersiapkan sebagai dana pensiun.

Di era modern, pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting dalam pengembangan bisnis properti. Pembuatan akun media sosial, website, hingga aplikasi dapat membantu calon pembeli untuk menjangkau properti yang dipasarkan dengan mudah.

Cara kerja bisnis properti terbilang sederhana, yaitu dengan melakukan kegiatan jual-beli atau penyewaan tempat tinggal atau tempat usaha dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Menariknya, bisnis properti tidak selalu membutuhkan modal besar. Anda dapat memulai bisnis ini dengan menjadi agen properti secara independen.

Agen properti, baik perusahaan maupun independen, bekerja dengan membantu pemilik properti dalam menemukan pembeli yang tepat. Keberhasilan agen properti diukur berdasarkan tingkat keberhasilan mereka dalam mendapatkan pembeli atas properti yang ditawarkan. Sebagai imbalannya, agen properti akan mendapatkan komisi yang telah disepakati dengan pemilik properti.

Jenis Bisnis Properti

Credit: HarapanRakyat.com

Bisnis properti terdiri dari atas beberapa jenis diantaranya Adalah Special Purpose Property, Commercial Real Estate, Residential Real Estate dan Industrial Property. Sebagai pemula penting untuk mengetahui jenis bisnis properti yang seperti apa sehingga relevan dengan tujuan usaha.

Special Purpose Property merupakan jenis properti yang dikembangkan dengan tujuan serta fungsi tertentu. Biasanya, target pembeli berasal dari kerabat pebisnis yang akan mengembangkan kompleks olahraga, gedung konser, pom bensin hingga rumah sakit. 

Comercial Real Estate merupakan jenis bisnis properti yang ditujukkan untuk kepentingan komersial. Target pembeli berasal dari kalangan pengusaha hingga pejabat negara. Properti yang ditawarkan adalah ruko (rumah-toko), rukan (rumah-kantor), gedung perkantoran, gedung pertemuan hingga hotel.

Residential Real Estate adalah jenis bisnis properti yang dibangun sebagai tempat hunian, meliputi rumah tapak,rumah susun, apartemen hingga kondominium. Target pembeli residensial biasanya berasal dari seseorang atau sebuah keluarga yang memerlukan tempat tinggal.

Industrial Property merupakan sebuah jenis properti yang dikembangkan untuk keperluan bidang industri, Target pembelinya yaitu perusahaan-perusahaan bonafit berskala besar. Bentuk propertinya adalah pabrik, pergudangan, laboratorium atau kawasan pengelolaan limbah.

Keuntungan Bisnis Properti

Credit: Suara.com

Resiko inflasi rendah, kekhawatiran para pebisnis adalah ketika usahanya terdampak inflasi. Inflasi merupakan fenomena peningkatan nilai suatu barang secara drastis yang diikuti dengan penurunan daya beli masyarakat. Berbeda dengan bisnis properti, bisnis ini yang tidak akan pernah surut pendapatannya meskipun nilai inflasi sedang meroket.

Harga jual cenderung meningkat, faktanya adalah terjadinya peningkatan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia yang dapat mempengaruhi ketersediaan lahan sebagai tempat hunian. Sejumlah lahan pertanian di beberapa wilayah desa atau kota dialih fungsikan menjadi kawasan industri, sehingga berdampak pada ketersediaan tempat tinggal layak huni. 

Aset tetap, apabila terjadi penurunan nilai jual properti, maka dapat dipastikan bahwa nilai tersebut dapat kembali normal dengan rentang waktu yang singkat. Bisnis properti ini mampu menjadi passive income ketika pasca pensiun. Bentuk propertinya dapat berupa tempat huni atau tempat usaha yang disewakan, sehingga pada setiap bulan atau tahunnya kamu mendapatkan hasil yang stagnan bahkan meningkat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.